Am I Fool?

Apakah aku ini bodoh?

Hahahaha.

Ingin diriku tertawa, namun tertawa getir..

Baru kemarin aku menceritakan tentang cerita bahagiaku bersama dirinya.

Dan sekarang giliran cerita sedihku.. hehe..

Semenjak hari dimana diriku dan dirinya menunggu Mr Fajar untuk mengumpulkan tugas, aku pun jarang chattingan dengan dirinya di BBM.

Entah karena gengsi yang besar pada diriku atau diriku tidak ingin dia merasa ilfeel denganku.

Yang pasti semenjak hari itu aku tidak menghubunginya kecuali yang penting penting saja.

Dan pada hari ini, karena keinginanku mengobrol dengan dirinya memuncak, aku pun mencoba untuk memulai perbincangan dengan dirinya.

Awalnya dia mengganti DP (Display Picture) di BBMnya dengan gambar yang bertuliskan “You’re my flashlight, you’re my flashlight”

Akupun mengomentarinya begini “Tengkyu beh”

Karena aku dan dia biasa memanggil “bebeh” entah apa artinya tapi aku suka memanggilnya begitu. Haha.

Dia pun menjawab “sama sama beh. Kamu kok tau kalo itu gak buat kamu beh”

Kita biasa bercanda saling menjatuhkan satu sama lain. Haha.

Aku pun menjawab “Haha, I hate you beh. Why dont you lie for make me happy?”

Karena kita sama sama dari jurusan Bahasa Inggris, jadi terkadang kita menggunakan bahasa inggris.

Dia pun reply “Wkwkw, Bcause i know that lie is sin”

Aku pun menjawab “But making someone happy is get pahala wkkwkw”

Haha, kita sering menggunakan kata bahasa indonesia karena keterbatasan kita dalam menggunakan bahasa inggris.

Dia pun menjawab “Wkwkwk, ya I see. But make you happy is impossible kali yak wkwk ”

Aku pun bingung “Impossible why? Its easy to make me happy”

Dia pun bertanya “Really? How?”

Aku pun menjawab “Just make your self happy. Bcause your happinesss is also my happiness. Eaa. Wkwkwk ”

Kita sering biasanya menggombal satu sama lain. Hehe.

Dia merespon “Wwkwk. I see. Are you sure?”

Aku pun menjawab “Wkwkkw of course no lah. I happy if you suffer. Wkwkw”

Karena aku takut untuk mengakui hal tersebut. Bisa jadi perasaanku padanya terbongkar dan dia menjauh dariku. Dan aku tidak menginginkannya.

Dia pun merespon “How cruel you are (dengan emoticon mata berkaca-kaca)”

Aku pun meminta maaf “Iam sorry, I am serious”

Dia hanya menjawab “emotico marah”

Tidak ada kata kata dari dia.

Sontak aku pun bingung. Apa maunya? Apa dia ingin mengakhiri chat ini?

Apa dia malas untuk membalas chat ku ini?

Aku merasa tak dihargai.

Aku merasa tak berguna.

Aku merasa diriku tak penting baginya.

Aku merasa dia hanya menjawab chatku hanya formalitas sebagai teman.

Dan pada saat itu…

Aku baru sadar bahwa AKU INI BODOH…

AKU INI BODOH pernah berfikir dia mempunya perasaan yang sama terhadapku..

AKU INI BODOH membiarkan perasaan ini terus membesar setiap kali kumelihat dirinya..

AKU INI BODOH terus mencoba untuk menarik perhatiannya..

AKU INI BODOH tidak pernah menyadari dimana posisiku..

Sudah sering dia menunjukkan kecuekannya kepadaku..

Namun hai ini selalu bisa mencintainya lagi ketika bertemu dengan dirinya.

Ketika dia mulai memanggil beh lagi.

Hati ini luluh di hadapannya.

Hati ini luluh padanya.

Dan hal tersebut pun berulang kali terjadi.

Dimana diriku MERASA penting didalam dirinya.

Dan selang beberapa waktu diriku MERASA sangat tidak penting didalam hidupnya.

Mungkin hanya diriku yang terlalu percaya diri dan merasa bahwa diriku penting bagi dirinya.

Sekarang aku sadar diriku bukanlah siapa siapa bagi dirinya.

Diriku tak pernah di anggap penting oleh dirinya.

AKU INI BODOH

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *