Dan Akupun Ingin Waktu Terhenti LAGI

Hari ini adalah hari selasa. Aku mengira hari ini adalah hari libur karena memang UAS ku sudah selesai semua. Namun aku diingatkan oleh Fina tadi malam ketika sedang bbm-an, kalau kelompokku dan juga kelompoknya masih punya tanggungan tugas Mr. Fajar mengenai makalah tentang makna lagu. Untuk makalahnya sendiri sih sudah jadi. Tinggal mengajukan dan dilakukanlah interview dengan Mr. Fajar. Tapi aku males masuk kuliah, hehe. Tapi sejenak seakan waktu berhenti dan ada ide yang cemerlang melintas dipikiranku.

Kalau hanya kelompokku dan kelompoknya Fina, bukannya itu berarti aku bisa bertemu dengannya. Wkwkwkw. Seketika akupun bersemangat untuk berangkat kuliah. Berharap aku datang duluan, lalu Fina datang, kami pun mengobrol ngalur ngidul. Itulah harapan yang tergambar dipikiranku.

Namun, semua menjadi kenyataan. Wkwkwk. Fina datang duluan, dan aku datang. Dan aku sangat sanga sangat sangat bersyukur karena kelompoknya Fina bilang hari kamis saja. Iyess, jadi Fina pun datang cuma sendiri. Dan partner ku, si Heri datang terlambat banget, kira kira pukul set 10. Dan aku bisa berduaan sama Fina dari pukul 8 sampai pukul set 10.

Aku sangat bersyukur, aku bisa memperhatikan wajahnya dari dekat. Pipinya, matanya, senyumnya, aku tahu apa yang kulakukan tidak dibenarkan dalam syari’at tapi godaan ini tidak dapat ku tolak. Aku pun jatuh ke dalam lubang hitam yang menyerap seluruh benda kedalamnya. Seakan Fina menghipnotisku.

Ditengah – tengah perbincanganku dengan Fina yang mulai menarik, aku pun mulai sedih. Karena aku tahu ini tidak akan berlangsung lama. Ini akan berakhir jua. Dan saat itulah, untuk kedua kalinya aku ingin waktu terhenti agar aku bisa memperhatikan bagaimana dia berkedip, bagaimana dia tersenyum, bagaimana dia memandang, bagaimana dia berkerut, bagaimana dia bingung, bagaimana dia ketika sedang berfikir, aku ingin memperhatikan segalanya tentang dia. Haha, Lebay.. Maklumlah, masih dimabuk cinta. Intinya kala itu aku masih ingin berbincang dengannya dan tidak ingin berakhir.

Waktu menunjukkan pukul set 10, dan kawanku Heri datang, dan juga Diana datang karena disuruh Fina datang. Ternyata Mr. Fajar datang ke kampus, kami pun mengajukan makalah yang kami buat, dan ternyata langsung dikumpulkan saja. Tidak di interview, mungkin saat itu Mr. Fajar sedang sibuk jadi tidak terlalu memperdulikan hasil pekerjaan kami.

Karena sudah tidak ada alasan bagi Heri untuk disana, dia pun mengajakku pulang. Honestly, aku masih ingin disini dan berbincang bersama Fina, namun itu adalah alasan yang tidak masuk akal, dimana alasan tersebut akan merefleksikan perasaanku yang sebenarnya. Maka dari itu aku pun memilih untuk pulang bersama Heri, walaupun diriku masih ingin disana dan berbincang bersama Fina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *