Kagum Pada Keikhlasan Abdullah Gymnastiar

Minggu, 4 Desember 2016

Kagum Pada Keikhlasan Abdullah Gymnastiar

Pada tanggal 2 Desember kemarin atau biasa disebut 2-12 Aksi Super Damai yang dilakukan oleh kaum Muslimin terhadap kasus Penistaan Agama yang dilakukan oleh Gubernur Non-Aktif Jakarta Basuki Tjahya Purnama atau biasa dipanggil Ahok menyimpak sesuatu yang sangat mengharukan.

Pasalnya dalam Aksi Bela Islam Jilid III saya menemukan sebuah gambar yang menurut saya sangaat menarik sekali untuk dikaji. Gambar tersebut menunjukkan seseorang yang sedang memunguti sampah, dengan menggunakan jas hujan warna hijau yang dikenakannya dan juga sorban yang dililitkan ke wajahnya hingga menutupi sebagian wajahnya.

Dan memang seperti yang anda pikirkan, orang tersebut adalah Ustadz Abdullah Gymnastiar atau yang lebih akrab dipanggil dengan Aa Gym. Satu hal yang saya kagumi dari gambar tersebut adalah Aa Gym seakan ingin menyembunyikan siapa dibalik sorban yang sedang memunguti sampah.

Mungkin sebagian dari kita atau mungkin cuma saya (hiks hiks, gak ada temannya), yang berfikiran kenapa Aa Gym ingin sekali menyembunyikan wajahnya yang sedang memunguti sampah? Bukankah hal tersebut adalah perbuatan yang baik? Kenapa harus menutupi wajahnya? Lalu saya tiba tiba teringat akan kata kata Ustadz Oemar Mita Lc, di salah satu kajiannya. Beliau (Ust. Oemar Mita Lc) menyebutkan bahwasannya Amalan Hati Lebih Penting Daripada Amalan Dzohir. Saya langsung tersenyum, mungkin ini yang dimaksud oleh Ust Oemar Mita.

Namun jangan salah paham dengan statement Ust Oemar, nanti tiba tiba malah habis ini gak sholat lagi. Ditanya :kenapa kok gak sholat? Malah jawabnya Amalan Hati Lebih Penting Daripada Amalan Dzohir. Nah itu pemahaman yang salah. Amalan dzohir tetap harus dilakukan, namun diatas amalan dzohir tersebut ada amalan hati yang memiliki keutamaan besar.

Dan setelah saya browsing tentang sikap Aa Gym ini, maka saya dapat menyimpulkan bahwasannya Aa Gym “Berusaha Untuk Ikhlas”. SubhanAllah, Maha Suci Allah. Saya sangat kagum dengan sikap beliau yang berusaha untuk ikhlas seperti itu. Hal tersebut harusnya bisa kita terapkan juga dalam kehidupan kita. Agar Kita selalu menyembunyikan amalan kebaikan yang kita miliki seperti halnya kita menyembunyikan maksiat – maksiat yang kita lakukan.

Menyembunyikan Amalan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sudah bersabda berurusan mengenai menyembunikan amal. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ

“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka mengasingkan diri.” (HR. Muslim no. 2965)

Mengasingkan diri berarti amalannya pun sering tidak ditampakkan pada orang lain.

Bersedekah Sembunyi Sembunyi

Lalu diantara golongan orang yang mendapatkan naungan Allah di hari kiamat adalah,

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

Seseorang yang bersedekah kemudian ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.(HR. Bukhari no. 1423 dan Muslim no.1031)

Salah seorang yang mempraktekkan hadist diatas adalah ‘Ali bin Husain bi ‘Ali. Ketika malam sudah tiba, ketika semua orang sedang tertidur, beliau biasanya memikul karung yang berisi roti dengan memanggulnya. Dan karung tersebut diberikan kepada para fakir miskin. Tatkala, ‘Ali bin Al Husain meninggal dunia, ketika hendak ingin dimandikan jenazahnya, yang memandikan bingung, kenapa punggungnya ada bekas legam hitam. Dan ditanyakanlah kepada istrinya, namun istrinya tidak tahu menahu soal punggung suaminya yang hitam. Dan dikalangan fakir miskin, mereka heran kenapa tidak ada kiriman karung berisi roti lagi. Ketika mereka berkumpul kumpul bersama, dan mendapati bahwasannya ‘Ali bin Al Husain meninggal dunia, dan bertepatan dengan tidak datangnya karung berisi roti, dan juga ditemukanna bekas legam hitam di punggungnya, maka mereka semua pun menyadari bahwasannya yang memanggul karung berisi roti tiap malam adalah ‘Ali bin Al Husain. Subhanallah, sungguh mulia sekali akhlak para salaf. (Lihat Hilyatul Auliya’, 3/135-136)

Menyembunyikan Bacaan Al-Qur’an

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ

Orang yang mengeraskan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang terang-terangan dalam bersedekah. Orang yang melirihkan bacaan Al Qur’an sama halnya dengan orang yang sembunyi-sembunyi dalam bersedekah.” (HR. Abu Daud no. 1333 dan At Tirmidzi no. 2919, dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhaniy. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)


Setelah menyebutkan hadist tersebut, At-Tirmidzi mengatakan, “Hadist ini menunjukkan bahwasannya melirihkan bacaan Al-Qur’an lebih utama daripada mengeraskannya karena sedekah dengan sembunyi-sembunyi lebih utama daripada sedekah dengan terang-terangan sebagaimana telah dikatakan oleh para ulama”

Yang dipraktekkan oleh para ulama, seperti salah satunya Ar Robi’in bin Khutsaim, dan Ibrohim An Nakho’i. Mereka senantiasa berusaha untuk menutupi Al-Qur’an yang sedang mereka baca karena mereka tidak menginginkan orang lain mengetahui bahwa mereka sedang membaca Al-Qur’an. (Liaht Hilyatul Awliya’, 2/107, Darul Kutub ‘Arobiy, cetakan keempat, 1405 H, Lihat Ta’thirul Anfas, hal. 246)

Menyembunyikan Puasa Sunnah

Pada kala itu, para salaf saking ingin menyembunyikan bahwasannya mereka sedang puasa, mereka tidak ingin terlihat lemas ataupun lesu, maka mereka menyisir rambut dan memakai minyak rambut. Ibnu ‘Abbas mengatakan,

إِذَا كَانَ صَوْمُ أَحَدِكُمْ فَلْيُصْبِحْ دَهِينًا مُتَرَجِّلاً

Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka hendaklah ia memakai minyak-minyakan dan menyisir rambutnya.”(Disebutkan oleh Al Bukhari dalam kitab Shahihnya tanpa sanad (secara mu’allaq)

Salah seorang yang mempraktekkan hadist tersebut adalah Daud bin Abi Hindi. Beliau puasa sunnah selama 40 tahun, namun tidak seorangpun tahu kalau dia puasa, termasuk keluarganya. Beliau ketika pagi hari disiapkan makanan oleh istrinya, dibungkus lalu dibawa kepasar. Di perjalanan, beliau mensedekahkan sarapan yang ia bungkus dari rumah. Ketika sampai dipasar, orang orang dipasar mengajaknya makan, namun dia hanya tersenyum. Orang – orang pasar mengira bahwa dia sudah sarapan di rumah. Lalu sore hari, beliau pulang lalu berbuka sekaligus makan malam bersama keluarganya.. Sungguh akhlak salaf sangat patut untuk kita itru. Jadi ada fakir miskin yang menerima makanan dari Daud bin Abi Hindi selama 40 tahun. Bayangkan coba senengnya kaya apa itu.

Mereka mengetahuinya dari mana? Ketika Daud bin Abi Hindi meninggal dunia. Semuanya berkumpul. Orang orang pasar mengira dia sudah sarapan dirumah, dan orang rumah mengira dia sarapan di pasar. Alhasil, gudang amal yang disembunyikan oleh Daud bin Abi Hindi selama 40 tahun dibongkar oleh Allah agar memberikan kita pelajaran untuk senantiasa menutupi amal.

NAH, itu pada zaman salaf seperti itu? Bayangkan dengan KITA pada zaman sekarang ini. Tidak sedikit dari kita yang sering menunjukkan amalan kita. Malah justru kita beramal agar bisa dipuji. Kita bersedekah lalu di foto. Kita sholat tahajud, lalu buat status “Allhamdulilah, masih rutin tahajud”. Kita sholat dhuha, buat PM di bbm “Dhuha terlaksana”. Naudzubillah. Sungguh itu adalah kiat kiat setan agar menjadikan amal kita tidak diterima oleh Allah subhanallahu wa ta’ala. Sungguh, sungguh, sungguh, kita harus memperbaiki akhlak kita dan banyak meniru akhlak para salaf. Semoga kita bisa menjadi lebih baik.

Waow, pegel juga nulis segini. Hehe. Itu tadi adalah post kali ini mengenai keikhlasan. Semoga kita bisa senantiasa menyembunyikan amal kebaikan kita layaknya kita mengunci rapat aib-aib, maksiat-maksiat yang kita lakukan. Semoga artikel ini bermanfaat. Sampai bertemu di artikel selanjutnya..

Special Thanks to : 

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc – Pemilik Rumaysho.com

Artikel ini banyak mengambil hadist hadist yang di post di rumaysho.com. Jadi saya sangat berterimakasih kepada beliau, Jazakallahu khoiran, semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan.

Referensi : 

Bab Ikhlas : https://rumaysho.com/656-tanda-ikhlas-berusaha-menyembunyikan-amalan.html

Aa Gym : http://harianamanah.id/berita-masya-allah-begini-penampilan-aa-gym-yang-diamdiam-bersihkan-sampah-.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *