Menanggapi Cuitan Uus Dari Sudut Pandang Saya

Wednesday , Jan 25 2017, 19:04

Menanggapi Cuitan Uus dari Sudut Pandang Saya

Itulah judul yang akan kita bahas kali ini. Mungkin anda telah mendengar kabar yang menerpa salah satu komedian di tanah air ini yang bernama asli Rizky Firdaus Wijaksana (terimakasih wikipedia atas nama aslinya. hehe ).

Ada apa dengan Uus?

Bagi anda yang belum mengetahuinya, maka saya akan memberitempe anda.

 


Pada Tanggal 22 Januari 20117 kurang tahu tepatnya jam berapa, namun yang pasti, komedian Uus mengeluarkan tweet seperti diatas.

Dan semenjak itulah twitter Uus dipenuhi mention mention yang penuh dengan Hinaan dan Bully-an. Walaupun tidak sedikit juga yang memberikannya semangat untuk tabah menghadapi bully-an tersebut.

Tweet Uus mengenai salah satu tokoh yang cukup terkenal di salah satu ormas islam di Indonesia tersebut tidak berhenti begitu saja. Beberapa tweet membuat para netizens geram dengan sikap Uus tersebut.

Seperti contoh dibawah ini..

cuitan uus

Dan tak selang lama hanya butuh waktu kurang dari 48 jam, Uus mengaku telah mengundurkan diri atau dikeluarkan dari beberapa acara televisi di Indonesia seperti Opera Van Java dan juga inbox.  Entah ini berhubungan dengan cuitan tersebut atau tidak masih belum bisa dipastikan.

Cuitan Uus

Di antara banyak cuitan dan mention-an yang tertuju kepada Uus, saya mendapati cuitan dari akun @awwe_ yang menurut saya pantas untuk saya post disini. Berikut cuitannya .


Menurut saya ini adalah statement yang sangat keren, dan menyadarkan kita semua.

Dan mari kita masuk ke inti pembahasan. Saya bingung mulai dari mana. Hehe. Mungkin kita mulai saja dari membahas cuitan Uus sudah benar.

Apakah Cuitan Uus Pantas?

Menurut kalian apakah cuitan Uus ini benar, baik, pantas, layak?

Kalau Menurut SAYA pribadi, cuitan seperti ini tidak layak dikeluarkan oleh seorang muslim. Tunggu dulu, bukan berarti saya membela para pendukung bapak ketua ormas yang sedang di bicarakan.

Disini saya sebagai pihak netral dimana saya tidak membela keduanya, karena saya merasa kedua belah pihak salah.

Pihak Uus sendiri saya tidak bisa membenarkan karena pasalnya yang ia cuitkan tidak layak, karena isinya menjatuhkan kehormatan seorang muslim.

Berarti Para Haters Sudah Benar?

Namun apa yang dilakukan para haters juga salah. Dimana mereka juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan dengan pihak Uus.

Bedanya, Uus menjatuhkan kehormatan pemimpin Ormas, dan para haters menjatuhkan kehormatan Uus.

Sungguh ada yang harus diperbaiki dari diri kita ini.

Kita menjudge bahwasannya cuitan Uus ini salah.

Lantas kenapa kita juga melakukan hal yang sama ? Apa bedanya kita dengan Uus?

Lihatlah twitter Uus, anda akan banyak melihat cacian, hinaan mengarah kepada pihak Uus.

Lantas, apa bedanya kita dengan Uus?

Bahkan ada gambar yang saya temui di beranda facebook seperti ini.

Apa bedanya kita dengan dia?

Apa tujuan si pembuat gambar membuat gambar ini?

Sungguh ini adalah perilaku dan akhlak yang buruk.

Sunguh, sungguh, sungguh, kita sudah jauh dari akhlak para salaf dan juga para sahabat.

Kalau para salaf melihat suatu kemunkaran, mereka semangatnya itu nutupin, bukan kaya kita yang justru menyerbarkannya tanpa tabayyun. Sungguh kita harus kembali mempelajari akhlak para salaf.

Dan parahnya lagi, ada artis lain yang mencoba ikut nimbrung, dimana cuitannya saya rasa tidak salah dan justru menyadarkan kita. Namun para haters seakan sudah menggila dan membuat poster seperti ini. Lalu dikomentari seperti ini. Lebih baik lihat gambar biar paham . hehe.

Cuitan Arie Kriting

Arie Kriting, salah satu komedian berkomentar seperti ini,

“Kalau yang ngaku belain ulama kepribadiannya kaya yang nyerang @Uus_ , itu Ulama mereka siapa ya,Terus ngajarin apa ya?”

MasyaAllah, ini adalah contoh pemikiran yang kritis dan patut kita contoh. Namun justru para haters membua gambar dimana cuitan itu dikomentari seperti diatas. Dan efeknya kalian tahu? efeknya sungguh mengerikan.

Justru menjauhkan Arie Kriting, dimana dia bukan muslim untuk mengenal lebih dalam tentang muslim, GARA GARA gambar yang dibuat oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab ini.

MasyaAllah, saya benar benar sedih sekali. Apa untungnya coba? Justru kita yang rugi, karena kita tidak bisa mendekatkan seorang non-muslim untuk mengenal lebih dalam tentang islam.

Sungguh akhlak seperti ini sudah sangat jauh dari akhlak para sahabat dan para salaf.

Perlu kita ingat bahwa 2 hal yang paling sering membuat seseorang masuk surga, yang pertama adalah Tauhid, dan yang kedua adalah Akhlak yang baik.

Marilah kita kembali ke akhlak para salaf agar terhindar dari api neraka.

Mari Kembali ke Akhlak Para Salaf

Ketika membahas seperti ini saya jadi teringat ceramah Ustadz Oemar Mita, Lc tentang akhlak Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Dimana Nabi Muhammad shallallhu alaihi wa sallam, panutan kita, suri tauladan kita, Nabi kita, memperlakukan para pelaku dosa itu, semangatnya nutupin, bukan mengumbar. Anda bisa melihat ceramahnya di viddeo bawah ini.

Karena tidak mungkin saya jabarkan disini karena mungkin akan butuh 1 post tersendiri untuk menjabarkannya.

Lalu point lain yang ingin saya tekankan disini adalah sikap haters yang menurut saya terlalu ‘Mendewakan’ seseorang MANUSIA.

Me-Maksumkan Seseorang

Menurut saya, ini adalah sikap yang salah. Dimana memaksumkan seseorang manusia dimana dia hanya manusia biasa. Kayak lupa aja, bahwasannya Kemaksuman telah wafat bersamaan dengan wafatnya Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam (Oemar Mita).

Dia juga manusia ikhwan. Itu berarti bukan setiap tindakannya itu selalu benar dan tidak pernah salah.

Jangan pernah Taqlid Buta terhadap seseorang. Karena Taqlid itulah yang akan menampar hidayah masuk ke diri kita (Oemar Mita)

Hehe saya banyak mengutip perkataan Ust. Oemar Mita karena memang sangat pas dan cocok.

Terimalah kebenaran walaupun yang menyampaikan adalah anak kecil.

Kalau menurut sudut pandang saya, para pendukung salah satu pemimpin Ormas ini, telah masuk kategori Taqlid. (Maaf)

Maaf tapi menurut saya memang begitu. Coba renungkan dan pikirkan, apa yang kalian lakukan ini sudah benar?

Ada baiknya kita melihat ceramah Ust. Oemar Mita ini tentang Taqlid Buta.

 

Itulah beberapa point yang ingin saya tekankan di post ini.

Perlu saya garis bawahi disini bahwa saya tidak membela Uus ataupun sisi lawannya. Saya hanya pihak tengah yang ingin mendamaikan keduanya.

Kita sebagai muslim, menghadapi pelaku dosa seharusnya semangatnya nutupin, bukan menyebar aib.

Dan untuk penutup saya ingin mengutip perkataan Ust. Oemar mita yang menurut saya pas untuk keadaan kita saat. ini. Renungkanlah baik baik kata kata ini.

 

“Jangan nyinyir sama pelaku dosa, bisa jadi mereka taubat, dan Allah terima taubat mereka. Dan bisa jadi kita yang ngaji hari ini, tidak istiqomah.”

-Ust. Oemar Mita, Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *