Terus, Mereka Siapa?

Hari ini adalah hari selasa. Itu berarti hari ini adalah pelajaran Mr. Fajar (Nama samaran). Sekilas tentang pak Fajar ini, orangnya berisi, rambut sebagian udah ubanan. Tapi ada hal lain yang ku sukai dari pak Fajar ini. Beliau ini orangnya asik, dan menurutku adalah dosen pengguna otak kanan dan sangat modern. Dosen ini memiliki metode pengajaran yang mengasikkan. Beliau ini juga lucu walaupun sudah berumur tapi setiap ada pelajarannya pasti seisi kelas dibuat tertawa olehnya. Oh iya ini adalah semester ketiga ku di Universitas swasta ini.

Pagi hari, aku pun memarkirkan motor WIN milik pemerintah yang diamanahkan kepada ayahku which is motornya sekarang aku yang menggunakan. Karena ayahku menggunakan mobil Espassnya untuk menuju kantor. Mungkin ini adalah penyalah gunaan fasilitas pemerintah, hehe. Jadi jangan ditiru.

Akupun melihat sekeliling, namun aku tidak mendapati kehadiran kawan gilaku, Heri (Nama samaran). Heri tergolong laki-laki yang cukup ganteng, tubuhnya pun cukup atletis, tapi agak gila. Kayak diriku. Hahaha. Heri ini teman saya semenjak semester 1, dan saya merasa sangat cocok dengannya, karena sama sama gila. Hahaha.

Aku menuju ke kamar mandi di Masjid. Oh iya, Masji di Universitasku memiliki arsitektur yang sedikit unik, jadi dibawah masjid terdapat aula yang biasa digunakan untuk event event kampus. Dan disitu juga terdapat kamar mandi, disebelah utara untuk laki-laki, dan sebelah selatan untuk perempuan. Area bawah masjid ini luas.

Selepas merapikan rambutku, aku pun menuju serambi masjid ini. Oh iya, masjid kami memiliki serambi di sisi kiri dan kanan yang sering dimanfaatkan mahasiswa untuk pacaran, ~eh ngerjain tugas maksudnya.

Aku justru mendapati kewan ~eh kawan, kawan kawanku disana. Heri dan Bayu. Bayu (Nama samaran), sosok tinggi besar, cukup ganteng (mungkin cuma aku yang gak ganteng di kumpulan ini. Hiks hiks ), dan yang paling spesia dari si Bayu ini dia bisaaaa…….. Melihat Ghoibb……….

Hahahah, bagiku dia adalah teman spesial (maksudnya bukan pacar ya) karena dari dulu aku sangat tertarik dengan dunia per-mistik-an. Haha. Oh iya, just for your information, Heri ini juga bisa ikut merasakan sedikit, karena mata batinnya sudah terbuka tapi cuma sedikit. Karena dulu dia pernah main main mediator sama teman temannya. Dan hanya aku lagi yang gak berguna. Hiks hiks. Gak ganteng, gak ada spesial. Hiks hiks.

Oh iya aku sering menyebut Heri sebagai Naruto, karena dia punya pegangan seekor macan (kata Bayu), tapi Heri belum bisa melihat, hanya bisa merasakan. Kalau miliknya Bayu aku belom mengetahuinya. Jadi Heri kayak Naruto yang punya Kyubi untuk melindunginya. Haha. Dan Bayu kami sebut sebagai Hachi Bee. Dia seperti guru bagi Heri, karena kadang Heri dibantu oleh Bayu. Maka dari itu kami menyebutnya Hachi Bee yang membantu Naruto untuk mengendalikan Kyubinya.

Dan aku sendiri? Aku adalah karakter paling penting dalam film Naruto. Coba tebak.. (Hashirama?) Bukann… (Madara?) Bukann. (Rikudo?) Hampiirr.. (Nyerah deh.) Oke, aku adalah Udon. Kalian tahu udon? Udon adalah teman teamnya Konohamaru. Yap, yang pake kacamata, dan ingusnya meler. Haha. Karena aku gak bisa apa apa gak kayak Heri dan Bayu. Wkwkkw :v . Ngenes amat ya.

(Back to serambi)

Heri lagi berbincang bincang sama Bayu soal Sugar Glider.

Aku : “Dah dapet sugar glider her?”

Heri: “Udah, tadi malem gue beli di Lapak facebook”

Aku: “Berapaan?”

Heri: “470 dapet dua biji.”

Bayu:”Masih anakan ya?”

Heri: “Iyalah, sekitar 2 bulanan. Nah sekarang gue gantian cari kandangnya.”

Aku: “Lha sekarang SG lo di rumah lo taruh dimana?”

Heri: “Kardus. Hahah”

Bayu: “Kasian amat. Bikin aja sendiri dari ayakan pasir yang dipake tukang bangunan itu kan bisa sih.”
Heri: “Bener juga sih lo. Kira kira 1 meter berapa ya?”

Bayu: “Nggak tau gue”

—Hening beberapa saat—-

Heri: “eh, kemaren pelajarannya gimana?”

Aku, Bayu : “Maksud lo apaan?”

Heri: “Kemarin ada tugas apa kaga”

Aku: “Eh b*tch, kemaren kan libur.”

Heri: “Iya, tapi kenapa lo pada berangkat kemaren?”

Bayu: “Maksud lo apaan? Gue gak berangkat kemaren”

Aku: “Gue juga santai santai dirumah”

Heri: “Eh, kemaren gue lihat lo berdua ke serambi sini. Pas gue tidur disini lo (nunjuk gue) nanya, Masuk kelas kaga her? Pas gue mau pake sepatu, lo udah pada jalan, gue males, dan milih untuk tidur disini.”

Bayu : “Paling juga ngimpi lo her. Orang gue kemaren dirumah, kaga pergi kekampus”

Aku: “Iya nih, ngaco lo her.”

Heri : “Eh beneran deh, gue gak bohong. Lo (Nunjuk gue) pake baju Ice Blue kayak yang biasa lo pake pas hari senin. Bayu pake baju ijo.”

Aku : “Tapi gue kemaren di rumah doang her.”
Heri: “TERUS, MEREKA SIAPA?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *