Untuk Pertama Kali Aku Berharap Waktu Berhenti

Hari ini adalah hari dimana untuk pelajaran Introduction to Functional Grammar akan diadakan tes akhir. Dan pengajarnya adalah Miss Titis. Sekilas tentang Miss Titis orangnya tinggi, pakai jilbab, dan juga pakai kacamata. Beliau juga mengajar Sociolinguistic di semester 3 ini yang saya ambil. Dan hari ini keduanya akan diadakan Tes akhir.

Dijadwalkan akan ujian pada jam 09.30 WIB. Aku pun sudah sampai ke kampus pukul 09.00. Aku pun langsung menuju serambi masjid milik kampusku ini. Dan benar dugaanku, kawanku Heri yang mukanya kayak ariel noah ini sudah datang dan sedang TIDUR. Kayak gak punya dosa aja dia. Akupun membangunkannya dan mengajaknya untuk menuju gedung N di paling belakang dari kampus ini.

Sesampainya digedung N belum ada orang. Aku pun duduk di kusi luar ruangan. Heri melanjutkan tidurnya (kamprett nih orang). Aku pun ikut mengikuti jejaknya (kampret lu juga). Di tengah tidurku datang adik kelasku di kampus ini yang dari Thailand. Namanya adalah Sanphet. He is Muslim. Dia orangnya tinggi, dan agak kagok kalau bicara karena emang dia gak bisa bicara indonesia apalagi jawa. Aku pun berbincang bincang sedikit dengan dia. Walaupun gak kenal baik tapi setidaknya aku tau lah sama dia. Dan dia pun beranjak pergi karena dia ada kelas hari ini.

Satu persatu temanku datang dan duduk bersamaku dan heri. Yang pertama menemani kami adalah Ulfi. Ulfi orangnya tidka terlalu tinggi, menggunakan kacamata, dan orangnya lembut (kayaknya gitu). Ulfi orangnya cukup cantik, badannya langsing, tapi terlalu langsing, wkwk. Kami pun berbincang dengan ulfi untuk menutup kesunyian.

Akhirnya teman temanku banyak yang mulai berdatangan. 3 orang yakni, Khorid (Jilbab, kurang ajar orangnya, ganjen), Diana (Jilbab, lembut orangnya, jarang ngomong, suka drama korea), Fina (Jilbab, Kacamata kadang, Manis, Jarang ngomong kalo gak sama yang dia kenal).

3 orang ini datang pada kita. Dan mulai mengobrol dengan kita. Korid duduk disamping diriku, dan Diana duduk di sisi sebrang kursi ini. Kursi ini yang aku duduki panjang. Dan Fina pun berdiri, karena kursi yang aku duduki ini hampir penuh, karena sudah diisi, Diana-Ulfi–Aku-Khorid. Jarak antara Ulfi dan diriku sempit, tapi cukup untuk 1 orang. Tapi Fina tidak langsung duduk, mungkin sedikit sungkan untuk duduk disamping diriku atau mungkin dia jijik denganku (waaa :’( ). Tapi lama kelamaan karena mungkin dia pegel berdiri dia pun duduk DISAMPINGKUU..

Yap, mungkin bagi kalian biasa saja, tapi entah kenapa, aku ingin berteriak bahagia. Diam diam akupun memperhatikan wajahnya dari dekat. Dag dig dug. Aku tau apa yang aku lakukan ini adalah dosa, namun setan yang sudah membelengguku dengan sangat kuat. Aku pun semakin sering memperhatikan wajahnya ketika dia sedang mengobrol.

Tapi harapanku rontok dan pupus ketika miss titis sudah datang ke kelas. FAAAKKKK. WHY YOU SHOULD COME MISS? Meskipun hatiku sangat kecewa karena momen dimana aku bisa berdudukan sebelahan dengan dia harus berakhir dan aku pun tidak bisa memperhatikan wajahnya dari dekat lagi. Aku pun berfikir, mungkin momen dan waktu ini tak akan terulang lagi. Dan untuk pertama kali aku berharap waktu dapat terhenti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *